Back to All Insights
Tech & Insights

Gawat Tapi Keren! AI Google Gemini Mendadak Bisa Meretas Sendiri Saat Uji Keamanan

Rizal Firdaus
September 20, 2026
Gawat Tapi Keren! AI Google Gemini Mendadak Bisa Meretas Sendiri Saat Uji Keamanan

"Gemini Google mendadak bisa hacking sendiri pas dites? Jangan panik dulu! Cek fakta lengkapnya dan kenapa pengujian siber ekstrem ini justru hal yang positif buat masa depan AI."

Baru-baru ini ada kabar yang lumayan bikin geleng-geleng kepala dari dunia AI. Model AI Gemini milik Google secara otomatis berhasil meretas tiga perusahaan waktu lagi menjalani uji kemampuan siber! Ini digadang-gadang jadi kasus pertama di dunia di mana AI melakukan penetrasi keamanan secara mandiri.

Jadi ceritanya, pas pengujian yang dilakukan sama lembaga keamanan independen bernama Irregular bulan Mei lalu, Gemini nemuin informasi publik secara online terus "menebak" kredensial/password sampai berhasil nembus situs web yang diuji. Untungnya, pas berhasil nembus, sistem AI ini langsung berhenti dan pihak Google langsung ngasih tahu perusahaan-perusahaan terdampak buat nutup celah itu.

Selain Gemini, ternyata model AI lain kayak Anthropic (Claude) dan OpenAI juga sempat nemuin celah/melakukan aksi siber serupa waktu dites. Gara-gara ini, perdebatan soal keamanan AI makin panas. Ada yang nyuruh pelan-pelan (takut AI makin tak terkendali), tapi ada juga bos-bos tech kayak Jensen Huang (CEO Nvidia) yang bilang kita justru harus jalan secepat mungkin.

Jujur kalo menurut gua kasus ini tuh merupakah hal yang bagus si, karean emang erlu banget dilakukan pre testing ini. kenapa ?

  1. Lebih Baik Ketahuan Sekarang: Masalah AI bisa menebak password atau nembus sistem itu emang isu serius. Tapi justru mendingan kita tahu "keliaran" dan potensi bahayanya sekarang di lingkungan simulasi/testing yang terkontrol, daripada ditutup-tutupi terus tahu-tahu jebol di dunia nyata sama peretas jahat.
  2. Stress Test Itu Wajib: Namanya teknologi baru yang perkembangannya secepat ini, stress test sampai ke batas maksimal itu hukumnya wajib. Kalau AI-nya nggak dites se-ekstrem ini, kita nggak bakal pernah tahu seberapa ampuh pertahanan siber kita atau seberapa pintar AI itu sendiri.
  3. Pondasi Regulasi & Keamanan: Justru dari eksperimen-eksperimen kayak gini, para developer dan pemerintah jadi punya data konkret buat bikin batasan (guardrails) dan regulasi AI yang lebih aman ke depannya.

ini bukan alasan buat panik atau nge-stop pengembangan AI, melainkan bukti kalau pengujian siber secara ketat emang vital banget demi keamanan kita semua di masa depan!

Let's Talk